Latest News
  • 14 Mar 2026

OPERASI KETUPAT PROGO 2026

Yogyakarta – Jajaran Polresta Yogyakarta resmi memulai pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026 guna menjamin keamanan dan kelancaran rangkaian perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri menyampaikan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas saat mudik dan arus balik Lebaran. Lebih dari itu, operasi ini merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan masyarakat dapat menjalani bulan suci Ramadan hingga Idulfitri dengan aman, tertib, serta terbebas dari gangguan kriminalitas.

“Operasi Ketupat 2026 adalah operasi kemanusiaan. Operasi Ketupat bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi negara hadir, Polri hadir di tengah masyarakat untuk memastikan rangkaian bulan suci Ramadan dan Idulfitri berjalan dengan aman, tertib, serta kondisi tetap kondusif,” ujarnya.

Kota Yogyakarta menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam pelaksanaan operasi ini. Hal tersebut mengingat Yogyakarta merupakan salah satu tujuan utama arus mudik dan wisata di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, Stasiun Tugu Yogyakarta tercatat sebagai stasiun tujuan nomor satu di Pulau Jawa dengan persentase kedatangan 8,58 persen atau sekitar 2,02 juta penumpang. Selain itu, Terminal Giwangan juga menjadi titik kedatangan utama dengan volume penumpang mencapai 609,45 ribu orang.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran, diprediksi akan terjadi lonjakan kendaraan yang masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta pada 19 dan 24 Maret 2026, sementara puncak arus kendaraan keluar DIY diperkirakan terjadi pada 25 Maret 2026.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa sebanyak 402 personel gabungan diterjunkan dalam Operasi Ketupat Progo 2026 di wilayah Kota Yogyakarta. Personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pramuka, serta berbagai organisasi relawan yang turut membantu pengamanan.

Dalam operasi ini, disiapkan 25 pos pengamanan yang terdiri dari 18 Pos Pengamanan (Pos PAM), 2 Pos Pelayanan (Pos Yan), 4 Pos Terpadu, serta 1 Pos Pantau yang tersebar di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Beberapa titik pos tersebut antara lain:

  • Wilayah Polresta Yogyakarta: Pos Terpadu Teteg, Pos PAM Tugu, Pos PAM Titik 0 Kilometer, Pos PAM Kebun Binatang Gembira Loka, dan Pos PAM Stasiun Tugu.
  • Wilayah Polres Bantul: Pos Terpadu Druwo Sewon, Pos PAM Sedayu, Pos PAM Piyungan, dan Pos PAM Parangtritis.
  • Wilayah Polresta Sleman: Pos Terpadu Tempel, Pos PAM Gamping, Pos PAM Prambanan, Pos Yan Ambarukmo Plaza, serta Pos Pantau Tol Purwomartani.
  • Wilayah Polres Gunungkidul: Pos PAM Baroni, Pos PAM Hargodumilah, Pos PAM Rest Area Girisubo, Pos PAM Trowono, Pos PAM Drini, Pos PAM Terminal, serta Pos Yan Siyono.
  • Wilayah Polres Kulon Progo: Pos Terpadu Temon, Pos PAM Terminal Wates, Pos PAM Sentolo, dan Pos PAM Kabanaran.

Kapolresta menegaskan bahwa seluruh personel siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idulfitri.

“Kami menyampaikan bahwa Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Jadi bukan hanya mengelola arus lalu lintas mobilitas mudik dan balik, tetapi negara hadir memastikan bahwa masyarakat yang akan mudik dan kembali dapat selamat, aman, dan bahagia. Sesuai dengan tagline Operasi Ketupat tahun ini yaitu ‘Mudik Aman, Warga Bahagia’, negara telah siap untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Melalui Operasi Ketupat Progo 2026, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan mudik, arus balik, serta perayaan Idulfitri di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif.