Technology
  • 13 Oct 2026

Mitos atau Fakta, Mobil Mogok di Perlintasan Kereta karena Gelombang Elektromagnetik?

Seringkali kita dengar kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api karena mobil tiba-tiba mogok. Kabarnya hal ini karena medan elektromagnetik yang ada di rel kereta api menghambat laju mobil yang melintas, benarkah demikian?

Faktanya, Badan Riset Teknologi Kelistrikan Badan Riset dan Inovasi Nasional  (BRIN) mengatakan bahwa medan magnet di sekitar rel kereta api tidak cukup kuat mematikan sistem elektrik kendaraan.

Pada artikel ini, kami akan membahas mitos atau fakta jika mobil mati di perlintasan kereta api karena pengaruh medan elektromagnetik. Simak baik-baik, ya Lur!

Ambang Batas Medan Magnet Rel Kereta

Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana, menegaskan bahwa medan elektromagnetik di rel kereta tergolong aman. Ia menjelaskan bahwa tingkat radiasi magnet di sekitar rel jauh di bawah batas toleransi alat elektronik maupun mesin medis seperti MRI, serta menekankan bahwa komponen kontrol kendaraan dan microchip memiliki ketahanan tinggi terhadap gangguan listrik ekstrem.

Mengapa Mobil Bisa Mogok di Perlintasan Kereta? 

Kembali lagi, Eka Rahman menjelaskan bahwa mobil dapat mogok di perlintasan kereta api karena adanya kelalaian pengemudi atau faktor tenis, misalnya panic stall pada mobil manual, adanya kendala kabel karena getaran rel, lalu masalah pada sistem kendaraan. 

Itulah penjelasan ilmiah dari BRIN mengenai kendaraan yang sering mogok di perlintasan rel kereta api. Masyarakat diimbau agar tidak buru-buru berspekulasi bila banyak terjadi kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api. Mulai sekarang tetap waspada dan berhati-hati, ya! 


Source: https://brin.go.id/