Latest News
  • 31 Oct 2025

APA PENGERTIAN DARI AQUAPLANING

Musim hujan sering kali menjadi tantangan bagi para pengendara, karena kondisi jalan yang basah dan licin dapat memicu berbagai potensi bahaya, salah satunya aquaplaning. Fenomena ini terjadi ketika kendaraan melintasi genangan air dan ban kehilangan daya cengkeram terhadap permukaan jalan. Akibatnya, ban mobil atau motor tidak lagi menapak secara penuh di aspal, melainkan sedikit terangkat atau mengambang di atas lapisan air. Kondisi ini sangat berisiko karena pengendara dapat kehilangan kendali, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi.


Lihat ilustrasi berikut untuk memahami bagaimana aquaplaning bisa terjadi pada kendaraan yang melintas di jalan tergenang air.

Ilustrasi ini menggambarkan perbedaan kondisi ban saat normal, saat mulai kehilangan traksi, hingga ketika sepenuhnya mengambang di atas air.


Aquaplaning umumnya dipicu oleh beberapa faktor.

  1. Pertama, ban kendaraan yang sudah gundul dan tidak memiliki alur yang cukup dalam membuat air sulit tersalurkan keluar.
  2. Kedua, tekanan udara ban yang kurang juga menjadi penyebab utama karena permukaan ban tidak bekerja optimal untuk menyalurkan air.
  3. Ketiga, usia ban yang sudah terlalu lama dapat mengurangi elastisitas dan daya cengkeramannya terhadap jalan. Kombinasi dari faktor-faktor ini memperbesar risiko terjadinya selip atau tergelincir ketika melewati jalan yang tergenang air.

Dampak dari aquaplaning tidak bisa dianggap sepele. Saat ban kehilangan traksi, kendaraan dapat bergerak tanpa kendali dan berpotensi keluar jalur, menabrak kendaraan lain, atau bahkan terguling. Dalam kondisi seperti ini, reaksi pengemudi sering kali terlambat karena roda tidak merespons pergerakan setir maupun tekanan rem dengan baik. Oleh karena itu, pemahaman tentang cara mencegah dan mengatasi aquaplaning sangat penting bagi setiap pengendara.

Untuk mengurangi risiko, beberapa langkah pencegahan bisa dilakukan:

  1. Pastikan kondisi ban kendaraan selalu prima dan memiliki alur yang cukup dalam.
  2. Periksa tekanan udara ban secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan.
  3. Saat hujan turun, kurangi kecepatan, terutama di jalan yang diketahui sering tergenang air. Hindari pengereman mendadak dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
  4. Selain itu, upayakan tidak melintasi genangan yang tidak diketahui kedalamannya karena dapat menyebabkan kehilangan kendali secara tiba-tiba.

Keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada keahlian mengemudi, tetapi juga pada kesadaran akan kondisi lingkungan dan perawatan kendaraan yang baik. Dengan memahami risiko aquaplaning, diharapkan pengendara dapat lebih berhati-hati, terutama di musim hujan seperti saat ini.

Mari bersama-sama menjadi pengendara yang bijak, dengan selalu eling lan waspada di jalan demi keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.